Pages

Rabu, 28 September 2011

Ear Candle Therapy

Terapi Ear Candle atau Terapi Lilin adalah terapi yang menggunakan lilin khusus yang dibakar. Ear Candle Therapy sebenarnya sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Konon terapi ini berasal dari suku Indian kuno di Amerika Selatan. Awalnya menggunakan kulit jagung yang dicelupkan ke dalam sarang lebah. Sekarang ear therapy menggunakan lilin khusus yang terbuat dari kain linen berkualitas yang dilapisi sarang tawon. Dan bagian tengahnya berlubang.

Cara menggunakannya adalah dengan menaruh lilin di wadah semacam tatakan gelas yang telah dilubangi . sehingga lilin dapat menembusnya. Taruh ujung lilin di liang telinga, sementara ujung yang satu dibakar. Setelah sekitar 15 menit, lilin dimatikan. Kemudian diulangi untuk telinga yang satu lagi. Setelah itu kedua ujung lilin dipotong dan akan terlihat kotoran. Itulah kotoran dari telinga yang tidak terjangkau oleh pembersih telinga. Bagaimana bisa? asap atau uap dari lilinlah yang menarik semua kotoran tersebut. Terapi ear candle ini sebaiknya dilakukan oleh ahlinya. salah-salah, lilin yang terbakar bisa mengenai telinga.

Selain untuk mengeluarkan kotoran telinga, terapi ini bisa menghilangkan insomnia, vertigo, mengatasi infeksi telinga, mempertajam pendengaran, mengatasi sulit tidur, mengurangi sinusitis, mengatasi telinga yang berdengung, menyembuhkan asma, batuk dan pilek, serta melegakan pernafasan. Kalau di Indonesia, lebih akarab disebut dengan ear candle Indonesia.
 Ear Wax Candle ini ternyata tidak hanya bermanfaat untuk THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan). Saat ini banyak salon kecantikan maupun tempat perawatan memberikan jasa ear candle therapy. Terapi ini bisa membantu menghilangkan jerawat serta memberikan kesegaran pada wajah. Selain itu terapi ini bisa digunakan untuk relaksasi. Asap yang dihasilkan dari pembakaran lilin bisa membuat rileks bagi yang menghirupnya.

Soal harga, sekali terapi ear wax candle berkisar dua puluh lima ribu sampai 50 ribu untuk sekali therapy.

Ketika penulis berkunjung ke salah satu tempat Ear Candle Therapy di daerah Jogjakarta, penulis mencoba sendiri therapy tersebut dan merasakan sendiri mamfaat dari therapy tersebut serta melihat sendiri kotoran telinga yg terangkat,

Penulis percaya, Jika dijalani dengan teratur, terapi ini dapat menyingkirkan penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Setelah melakukan terapi ear candles, efeknya akan langsung terasa, bahkan tidur Anda akan lebih nyenyak.


sumber

Senin, 11 Juli 2011

Obat Diabetes dari Labu Parang


Kandungan labu parang rupanya bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus (DM) tipe 2. Inilah temuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rijki. Penemuannya itu membuat Rijki memperoleh penghargaan Alltech Young Scientist Award.

Labu parang mengandung senyawa saponin dan flavanoid, yang keduanya berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pancreas untuk menghasilkan insulin kembali.

"Bahan-bahan ini terkandung dalam labu parang," ungkap Rijki kepada wartawan seusai acara penyerahan penghargaan di FKH UGM di Yogyakarta, Jumat (8/7/2011).

Berdasarkan hasil penelitiannya ungkap Rijki, kandungan saponin secara signifikan mampu menurunkan glukosa darah. Meski percobaan ini baru dilakukan pada tikus, namun dia melihat hasil yang cukup menggembirakan. "Hasil pengukurannya, semakin tinggi dosis saponin maka akan secara signifikan menurunkan kadar glukosa," katanya.

Rijki mengatakan untuk mengobati penyakit diabetes pada manusia, diperlukan 400-800 gram labu parang yang telah diekstraksi untuk dikonsumsi tiap hari. Namun bila itu terlalu repot, dia menyarankan labu parang dikonsumsi secara langsung dengan cara dihaluskan dengan blender.

"Saponin larut dalam air, jika dimasak, kadar saponin akan berkurang," katanya.

Menurut dia, ide awal menggunakan labu parang ini muncul saat dirinya pulang ke rumahnya di Desa Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. Dia melihat banyak petani yang membudidayakan labu parang.

Saat itu, Rijki mencoba menggali informasi tentang khasiat labu melalui internet. Setelah itu, dia melakukan penelitian lebih lanjut dengan menguji di laboratorium. Pemuda itu menggunakan tikus sebagai sebagai kelinci percobaan.

"Hasil penelitian awal ini memang signifikan. Hanya saja di desa saya, sudah tidak banyak petani yang menanam labu parang lagi. Semoga dengan temuan ini produksi labu parang semakin bertambah," sambungnya.

Karena prestasinya itu, Rijki memperoleh medali dan piagam dari PT Alltech Biotechnology Indonesia, yang  diserahkan langsung oleh General Manager Drh, Isra Noor. Turut hadir dalam acara penyerahan penghargaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni FKH UGM drh Setyo Budhi, MP.

GM PT Alltech Biotechnology Indonesia, Isra Noor, mengatakan Rijki merupakan satu-satunya mahasiswa dari jurusan Kedokteran Hewan yang berhasil meraih penghargaan ini. "Tahun ini banyak dari jurusan peternakan dan mahasiswa pascasarjana," kata Isra.
(bgs/vit)

Klik Aja deh